Makassar, 7 Oktober 2026 – Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Sebanyak 39 siswa SMP Lazuardi Athaillah GCS (Global Compassionate School) Makassar, didampingi delapan guru termasuk kepala sekolah, melakukan kunjungan studi literatur ke Perpustakaan Universitas Hasanuddin pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Perpustakaan Unhas yang diwakili Sekretaris Perpustakaan, Anshar Saud, S.Si., M.Farm., dan Kepala Tata Usaha, Hasrawati, S.E., bersama sejumlah staf dan pustakawan.
Sebelum mengikuti acara penerimaan secara resmi, rombongan terlebih dahulu diajak berkeliling untuk mengenal sejumlah fasilitas dan spot layanan yang tersedia di Perpustakaan Unhas. Kegiatan library tour tersebut didampingi pustakawan Andi Milu Marguna, Nur Hasnah, dan Nurul Fitrihasari.
Para siswa mengunjungi sejumlah layanan, antara lain Layanan Sirkulasi, Digital Corner, layanan koleksi karya ilmiah, serta berbagai corner internasional dan pojok baca yang menjadi salah satu daya tarik Perpustakaan Unhas. Di antaranya Japan Corner, Chinese Corner, dan Unhasiana Corner.
Kegiatan tour berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya melihat fasilitas yang tersedia, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dan pemanfaatan berbagai layanan perpustakaan. Mereka tampak antusias mengajukan pertanyaan dan merespons penjelasan yang diberikan oleh para pustakawan.
Perpustakaan Terbuka untuk Semua Kalangan
Dalam acara penerimaan rombongan, Kepala Tata Usaha Perpustakaan Unhas, Hasrawati, S.E., menyampaikan salam dari Kepala Perpustakaan Unhas, Prof. Dr. Munira Hasjim, M.Hum., yang belum dapat membersamai kegiatan tersebut karena sedang melaksanakan tugas akademik di fakultas.
Hasrawati menyambut baik kunjungan para siswa dan guru dari SMP Lazuardi Athaillah GCS Makassar. Menurutnya, Perpustakaan Unhas pada prinsipnya terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan melakukan studi komparatif.
“Pada dasarnya kami sangat senang dikunjungi oleh siapa saja dan dari instansi mana saja yang bermaksud datang belajar dan melakukan studi komparatif dengan lembaga kami. Kami berharap kedatangan adik-adik dan anak-anakku dari SMP Lazuardi membawa manfaat untuk pengembangan akademiknya.”
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan keterbukaan Perpustakaan Unhas dalam membangun hubungan dengan berbagai lembaga pendidikan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat bagi sivitas akademika untuk memperoleh sumber informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dan generasi pelajar.
Terinspirasi untuk Menjadikan Kunjungan sebagai Agenda Rutin
Apresiasi terhadap kunjungan tersebut juga disampaikan Kepala SMP Lazuardi Athaillah GCS, Zulkifli Tryputra. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Perpustakaan Unhas, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kepada rombongan.
“Terus terang ini kali pertama kami masuk di Perpustakaan Unhas dan sangat mengesankan. Begitu banyak hal yang dapat kami pelajari. Insya Allah, kami akan usahakan bahwa studi literatur di Perpustakaan Unhas ini akan kami jadikan agenda rutin. Semoga tahun depan kami dapat berkunjung kembali.”
Kesan tersebut menunjukkan bahwa kunjungan studi literatur tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa, tetapi juga membuka peluang terbangunnya hubungan yang berkelanjutan antara SMP Lazuardi Athaillah GCS dengan Perpustakaan Universitas Hasanuddin.
Mengajak Siswa Bermimpi Melanjutkan Pendidikan di Unhas
Sekretaris Perpustakaan Unhas, Anshar Saud, S.Si., M.Farm., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Perpustakaan Unhas memiliki banyak hal yang dapat dipelajari oleh para siswa.
“Di Perpustakaan Unhas ini ada banyak hal yang dapat kita pelajari.”
Anshar kemudian membangun komunikasi dengan para siswa melalui pertanyaan sederhana namun sarat makna. Ia menanyakan siapa di antara mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di fakultas favorit di Universitas Hasanuddin.
Pertanyaan tersebut membuat suasana penerimaan semakin hidup. Para siswa diajak untuk tidak hanya melihat perpustakaan sebagai tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan akademik yang dapat memperkenalkan mereka pada dunia perguruan tinggi.