Makassar, 18 September 2026 — Sulawesi merupakan salah satu kawasan yang menyimpan kompleksitas geologi luar biasa. Bentuk wilayahnya yang unik, sejarah pembentukannya yang panjang, serta kekayaan mineral yang tersebar di berbagai kawasan menjadikan Sulawesi sebagai wilayah yang terus mengundang rasa ingin tahu para ilmuwan. Kompleksitas itulah yang menjadi salah satu tema utama dalam kegiatan Ex Libris Unhas yang menghadirkan Prof. Adi Maulana dengan topik “The Geology of Sulawesi Region and Spiritualitas Geologi”, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut dipandu oleh Anshar Saud, yang dalam kegiatan ini bertindak sebagai moderator. Ia juga merupakan Sekretaris Perpustakaan Universitas Hasanuddin sekaligus dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Forum Ex Libris Unhas menjadi ruang perjumpaan antara buku, ilmu pengetahuan, pengalaman penelitian, dan gagasan intelektual yang berkembang dari lingkungan akademik Universitas Hasanuddin.
Dalam paparannya, Prof. Adi Maulana mengungkapkan bahwa Sulawesi hingga kini masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya dipahami. Sejarah geologinya sangat kompleks dan proses pembentukannya berlangsung melalui perjalanan alam yang panjang. Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para geolog untuk terus melakukan penelitian dan membuka berbagai rahasia yang tersimpan di bawah dan di balik bentang alam Sulawesi.
Ketertarikan terhadap kompleksitas Sulawesi tersebut juga mempertemukan dua generasi geolog, Theo van Leeuwen dan Prof. Adi Maulana. Theo van Leeuwen merupakan geolog yang telah mengenal Sulawesi sejak dekade 1970-an. Pada masa itu, ia datang ke Sulawesi atas penugasan perusahaan Rio Tinto untuk melakukan penelitian mengenai prospek mineral di wilayah Sulawesi Selatan.
Sementara itu, perjalanan akademik Prof. Adi Maulana berawal sebagai mahasiswa Geologi Universitas Hasanuddin pada 1997. Sejak masa tersebut, ia banyak melakukan penelitian lapangan, khususnya di kawasan Kompleks Bantimala dan Barru, sebelum kemudian melanjutkan penelitian mengenai Late Cenozoic granitoid di Sulawesi Barat. Pengalaman panjang di lapangan tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan akademik dan penelitian yang mengantarkannya menjadi guru besar di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Pertemuan antara Theo van Leeuwen dan Adi Maulana pada 2010 kemudian berkembang menjadi sebuah kolaborasi akademik. Keduanya terlibat dalam sejumlah proyek penelitian dan berbagi perhatian terhadap kompleksitas geologi Sulawesi. Dari pertemuan dan kolaborasi tersebut kemudian muncul gagasan untuk menyusun sebuah karya bersama.
Gagasan tersebut mulai diwujudkan pada 2018 hingga akhirnya melahirkan sebuah karya monumental mengenai geologi Sulawesi. Buku yang ditulis bersama Theo van Leeuwen dan Adi Maulana tersebut hadir dalam dua volume dan diterbitkan pada Juni 2025. Kehadiran karya tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus memperluas pemahaman mengenai sejarah geologi dan perkembangan kawasan Sulawesi.
Bagi Prof. Adi, perjalanan memahami bumi tidak berhenti pada persoalan batuan, mineral, struktur geologi, atau proses pembentukan suatu wilayah. Pengalaman panjang sebagai geolog justru membawanya pada pertanyaan yang lebih luas mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan, manusia, dan Sang Pencipta. Dari sinilah gagasan tentang “Spiritualitas Geologi” kemudian berkembang.
Pada September 2025, Prof. Adi menerbitkan buku Spiritualitas Geologi, sebuah karya yang mencoba membuka ruang dialog antara geologi sebagai ilmu pengetahuan dengan dimensi spiritual. Buku tersebut mengajak pembaca melihat alam bukan semata-mata sebagai objek penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai ruang refleksi mengenai kebesaran dan keteraturan ciptaan Tuhan. Gagasan tersebut mendapat perhatian dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, yang memberikan pengantar dalam buku tersebut. Dalam pengantarnya, ia menyebut Spiritualitas Geologi sebagai karya yang istimewa karena berupaya menyatukan dua dunia yang selama ini sering dipisahkan secara paksa, yakni dunia sains dan dunia wahyu.
Melalui forum Ex Libris Unhas, perjalanan intelektual Prof. Adi Maulana memperlihatkan bahwa sebuah penelitian ilmiah dapat berkembang melampaui batas-batas disiplin keilmuan. Dari pengamatan terhadap batuan dan bentang alam Sulawesi, lahir pertanyaan tentang sejarah bumi; dari sejarah bumi berkembang pencarian makna; dan dari pencarian makna muncul refleksi spiritual tentang hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran perpustakaan sebagai ruang pertemuan gagasan. Melalui Ex Libris Unhas, buku tidak hanya diposisikan sebagai koleksi yang tersimpan di rak, tetapi sebagai sumber pengetahuan yang dapat dihidupkan melalui diskusi, dialog, dan pertukaran pemikiran.
The Geology of Sulawesi Region dan Spiritualitas Geologi pada akhirnya menghadirkan dua sisi perjalanan intelektual yang saling melengkapi: memahami bumi melalui pendekatan ilmiah sekaligus membaca kebesaran ciptaan melalui refleksi spiritual. Dari Sulawesi yang geologinya kompleks, lahir sebuah pesan sederhana bahwa semakin dalam manusia membaca alam, semakin luas pula ruang untuk bertanya, belajar, dan merenungkan kebesaran Tuhan.