Makassar – Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan mempertemukan Perpustakaan Universitas Hasanuddin dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari. Kunjungan studi komparatif tersebut berlangsung di Lounge Pimpinan Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Rabu (12/8/2026), dan diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim, S.S., M.Hum.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Munira Hasjim didampingi sejumlah jajaran Perpustakaan Universitas Hasanuddin, antara lain Nur Hasnah, M.IP., Ketua Divisi Repository; Andi Milu Marguna, Ketua Divisi Pengembangan SDM dan Publikasi Informasi; Dr. Iskandar, Ketua Divisi Pelayanan Umum; Hj. Wahyuni Aras; serta Nurul Fitrihasari. Kehadiran jajaran pengelola tersebut menunjukkan keseriusan Perpustakaan Unhas dalam membuka ruang dialog dan berbagi pengalaman dengan lembaga perpustakaan dari berbagai daerah.
Kunjungan studi komparatif ini menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling bertukar informasi mengenai berbagai aspek pengelolaan perpustakaan, mulai dari layanan pemustaka, pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan koleksi dan repository, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengelolaan sarana dan prasarana pendukung layanan. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban.
Prof. Munira Hasjim menyampaikan bahwa Perpustakaan Universitas Hasanuddin pada prinsipnya selalu terbuka terhadap kunjungan belajar dari berbagai institusi. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan menyediakan sumber informasi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antar-pengelola perpustakaan.
“Pada dasarnya Perpustakaan Unhas terbuka menerima kunjungan belajar dari instansi mana pun untuk melakukan studi banding, belajar, internship, atau bahkan kunjungan sesaat. Kami pun telah melakukan kerja sama dengan berbagai perpustakaan mitra, Dinas Perpustakaan tingkat kabupaten maupun provinsi, sekolah, serta perguruan tinggi,” ungkap Prof. Munira.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan salah satu cara untuk mempercepat pengembangan perpustakaan. Setiap institusi memiliki pengalaman, tantangan, dan inovasi yang dapat menjadi pembelajaran bersama. Karena itu, forum studi komparatif seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
Sementara itu, Hj. Arniaty Daeng Kanang, Kepala Bagian Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Minat Baca yang hadir bersama Miartin sebagai bagian dari tim DPK Kota Kendari, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penerimaan yang diberikan Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Ia mengaku mendapatkan ruang yang terbuka untuk berdiskusi dan menggali pengalaman langsung dari pengelola Perpustakaan Unhas.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan Kepala Perpustakaan dan seluruh tim Perpustakaan Universitas Hasanuddin yang begitu terbuka. Kami datang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman dari apa yang telah dikembangkan di sini,” ujar Arniaty.
Dalam dialog tersebut, Arniaty juga menyempatkan diri menggali berbagai informasi mengenai layanan perpustakaan, pengelolaan prasarana, layanan koleksi online, serta pengembangan SDM di Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Berbagai pertanyaan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan kedua belah pihak mengenai pengelolaan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi maupun perpustakaan daerah.
Kunjungan studi komparatif ini menjadi gambaran bahwa perpustakaan dapat tumbuh melalui budaya berbagi dan kolaborasi. Perbedaan karakteristik antara perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan daerah justru membuka peluang untuk saling belajar mengenai strategi pelayanan, pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi, serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing.