Literacy Camp Perpustakaan Unhas 2026: Sehatkan Tubuh, Segarkan Pikiran, Eratkan Kebersamaan
Malino – Tidak setiap proses belajar harus berlangsung di balik meja kerja atau di antara deretan rak buku. Ada kalanya semangat melayani justru tumbuh ketika langkah kaki menyusuri jalan setapak pegunungan, tawa mengalun di tengah sejuknya udara, dan kebersamaan terjalin tanpa sekat jabatan. Dengan semangat itulah Perpustakaan Universitas Hasanuddin menggelar program Wisata Literasi Literacy Camp 2026 bertema “Sehatkan Tubuh, Segarkan Pikiran ” di kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa, pada 1–2 Agustus 2026. Program ini menjadi ruang untuk menyegarkan energi, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun budaya kerja yang lebih sehat, dan penuh makna.

Di balik hijaunya hamparan hutan pinus dan udara pegunungan yang menenangkan, puluhan pustakawan Unhas, tenaga kependidikan, serta pegiat literasi meninggalkan sejenak rutinitas pelayanan di perpustakaan. Mereka tidak datang sekadar untuk berekreasi, melainkan untuk belajar menjadi sebuah tim yang semakin solid melalui beragam aktivitas kebersamaan, permainan edukatif, tausiah dan diskusi santai yang menguatkan rasa saling percaya sebagai satu keluarga besar Perpustakaan Universitas Hasanuddin.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim, S.S., M.Hum. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kualitas sebuah perpustakaan tidak hanya diukur dari koleksi, teknologi, atau gedung yang megah, tetapi juga dari kualitas manusia yang mengelolanya. Menurutnya, pelayanan terbaik hanya dapat lahir dari lingkungan kerja yang harmonis, sehat, dan dipenuhi semangat saling mendukung.

“Saya berharap seluruh pustakawan Universitas Hasanuddin terus bekerja dengan penuh dedikasi dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi para pemustaka. Wisata Literasi ini bukan sekadar perjalanan ke Malino, tetapi momentum untuk memperkuat persaudaraan, membangun rasa saling percaya, dan menghadirkan kebahagiaan yang nantinya akan tercermin dalam cara kita melayani masyarakat akademik,” ujar Prof. Munira Hasjim.
Selama dua hari kegiatan, para peserta mengikuti berbagai team building games yang dirancang untuk melatih komunikasi, kreativitas dan kekompakan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Tidak ada sekat antara pimpinan, pustakawan, tenaga kependidikan maupun cleaning service. Semua larut dalam suasana penuh canda, tawa, dan sportivitas, membuktikan bahwa kebersamaan sering kali menjadi fondasi terkuat bagi lahirnya pelayanan yang berkualitas.
Munira lanjut memberi nasihat pada stafnya bahwa perpustakaan yang hebat tidak hanya dibangun oleh teknologi dan koleksi, tetapi oleh orang-orang yang terus belajar, saling menguatkan, dan melayani dengan sepenuh hati.”

Ketua Panitia Pekan Literasi Universitas Hasanuddin, Andi Nasri Abduh, yang juga bertindak sebagai koordinator perjalanan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian Pekan Literasi dalam memperingati Hari Buku Nasional 2026. Menurutnya, keberhasilan sebuah program besar merupakan hasil kerja kolektif yang patut dirayakan melalui momentum kebersamaan seperti ini.
“Setelah berbulan-bulan berkonsentrasi menyelenggarakan berbagai agenda literasi, kami merasa seluruh panitia membutuhkan ruang untuk beristirahat, saling menguatkan, dan menikmati kebersamaan. Kami berharap sepulang dari Malino, setiap peserta membawa semangat baru, komunikasi yang lebih baik, serta kekompakan yang semakin kuat dalam menjalankan berbagai program Perpustakaan Universitas Hasanuddin,” ungkap Andi Nasri Abduh.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Anshar Saud, seluruh koordinator divisi, serta jajaran pustakawan dan tenaga kependidikan di lingkungan Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Kehadiran seluruh unsur organisasi mencerminkan komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang inklusif, saling menghargai, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Di sela-sela berbagai aktivitas, para peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan layanan perpustakaan, berbagi pengalaman profesional, serta merancang berbagai gagasan inovatif yang dapat diterapkan setelah kembali ke kampus. Alam Malino yang sejuk seolah menghadirkan ruang refleksi bahwa inovasi sering lahir bukan hanya dari ruang rapat, tetapi juga dari percakapan hangat yang dibangun dalam suasana penuh keakraban.

Literacy Camp (Wisata Literasi) 2026 menjadi pengingat bahwa perpustakaan pada hakikatnya dibangun oleh manusia-manusia yang saling percaya, saling menguatkan, dan memiliki visi yang sama dalam melayani. Ketika tubuh dipulihkan, pikiran disegarkan, dan persaudaraan dipererat, maka semangat untuk berkarya pun tumbuh semakin kuat. Dari kesejukan Malino, keluarga besar Perpustakaan Universitas Hasanuddin membawa pulang bukan hanya kenangan indah, melainkan juga energi baru untuk terus menghadirkan layanan informasi, literasi, dan inovasi yang berdampak bagi sivitas akademika dan masyarakat.