Suasana akademik yang penuh semangat mewarnai pelaksanaan East Indonesia Research Summit (EIRS) 2026 yang berlangsung di Hotel Unhas, Makassar, pada Selasa (14/7/2026). Mengangkat tema “Local Excellence to Global Impact”, forum ilmiah hasil kolaborasi Universitas Hasanuddin dan Elsevier ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi, peneliti, pustakawan, dan pengelola publikasi ilmiah untuk mendiskusikan arah pengembangan riset yang mampu membawa potensi lokal Indonesia Timur ke panggung akademik global.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 15.30 WITA tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa. Selain dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi negeri dari Kawasan Timur Indonesia, forum ini juga menghadirkan para dekan fakultas di lingkungan Universitas Hasanuddin, ketua lembaga, serta sejumlah dosen dan peneliti yang selama ini dikenal aktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi nasional maupun internasional. Kehadiran para akademisi tersebut memperlihatkan posisi Universitas Hasanuddin sebagai salah satu pusat pengembangan riset di Indonesia Timur.
Sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium perguruan tinggi negeri di Kawasan Timur Indonesia turut berpartisipasi, di antaranya Universitas Mataram, Politeknik Negeri Manado, Universitas Sulawesi Barat, UIN Alauddin Makassar, Universitas Negeri Makassar, serta berbagai perguruan tinggi lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan beragam disiplin ilmu untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring penelitian, dan membangun sinergi dalam menghadapi tantangan riset masa depan.
Perpustakaan Universitas Hasanuddin mengambil bagian aktif dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan tiga orang perwakilan, yakni Anshar Saud, S.Si., M.Farm., Apt., Dr. Iskandar, S.Sos., M.M., dan Nasri A. Muhammad Abduh. Kehadiran mereka bertiga menunjukkan komitmen Perpustakaan Unhas dalam memperkuat dukungan terhadap kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, literasi informasi, serta pengembangan layanan akademik yang berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika.
Sesi pembuka menghadirkan Dr. Johan Jang, Strategic Engagement Manager Elsevier, yang mengulas perkembangan ekosistem riset global, pentingnya kolaborasi internasional, pemanfaatan data ilmiah, serta strategi meningkatkan dampak publikasi penelitian. Setelah itu, rangkaian presentasi dilanjutkan oleh sejumlah akademisi dan peneliti yang telah menyiapkan makalah ilmiah dari berbagai bidang ilmu. Berbagai gagasan yang dipresentasikan memperlihatkan dinamika penelitian yang terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi peserta untuk memperluas perspektif dalam melakukan riset.
Di samping itu ia juga memperkenalkan fasilitas fiture LeapSpace dari portal ScienceDirect yang dapat digunakan untuk mencari informasih riset lebih dalam (deep research)
Di sela-sela kegiatan, Anshar Saud, yang selain menjabat sebagai Sekretaris Perpustakaan Universitas Hasanuddin juga merupakan dosen di Fakultas Farmasi, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan East Indonesia Research Summit di Universitas Hasanuddin memberikan manfaat yang sangat besar bagi para akademisi. “Forum seperti ini memungkinkan kami melihat perkembangan terbaru dunia riset, mengenali tren penelitian yang sedang berkembang, sekaligus menemukan tema-tema yang masih jarang dikaji. Informasi seperti ini sangat penting agar penelitian yang dilakukan memiliki kebaruan dan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Andi Nasri Abduh, pustakawan Universitas Hasanuddin yang juga mengampu mata kuliah General English (MKU Bahasa Inggris), menilai bahwa konferensi ini memiliki nilai strategis bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa tambahan wawasan ilmiah, tetapi juga kesempatan membangun jejaring profesional. “Research Summit seperti ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk saling mengenal, berdiskusi, dan membuka peluang kolaborasi dengan para peneliti unggulan dari berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi merupakan salah satu kunci lahirnya riset-riset yang berdampak, dan perpustakaan memiliki peran penting sebagai penghubung informasi, pengetahuan, dan jejaring akademik,” ungkapnya.
Mengusung tema “Local Excellence to Global Impact”, East Indonesia Research Summit 2026 mengajak seluruh peserta untuk melihat bahwa kekayaan pengetahuan dan potensi lokal Indonesia Timur memiliki peluang besar untuk memberi kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Melalui riset yang berkualitas, publikasi ilmiah yang bereputasi, serta kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi, hasil-hasil penelitian lokal dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan global.
Partisipasi Tim Perpustakaan Universitas Hasanuddin dalam forum ini kembali menegaskan bahwa perpustakaan modern bukan sekadar pusat koleksi informasi, melainkan mitra strategis dalam membangun budaya riset di perguruan tinggi. Dengan terus meningkatkan kompetensi pustakawan, memperluas jejaring akademik, dan mendukung publikasi ilmiah, Perpustakaan Universitas Hasanuddin berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi riset berkelas dunia yang berakar pada keunggulan lokal dan memberi dampak bagi masyarakat global.