Jakarta, 17–20 Juni 2026 – Bagi sebuah perpustakaan modern, belajar tidak pernah berhenti. Semangat itulah yang mewarnai perjalanan Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S.,M.hum. bersama jajaran staf dalam rangkaian audiensi dan kunjungan kerja ke sejumlah perpustakaan terkemuka di Jakarta. Selama empat hari, tim Perpustakaan Universitas Hasanuddin menelusuri berbagai praktik terbaik pengelolaan perpustakaan sebagai bekal untuk menghadirkan layanan yang semakin inovatif dan relevan bagi sivitas akademika.
Perjalanan intelektual tersebut diawali dengan audiensi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. H. E. Aminudin Aziz, bersama jajaran pimpinan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Selain membahas arah kebijakan kerja sama di masa mendatang, Perpustakaan Universitas Hasanuddin juga menyampaikan laporan pemanfaatan hibah yang telah diterima dari Perpustakaan Nasional RI. Dialog yang terjalin memperlihatkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem literasi, pengelolaan pengetahuan, dan transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
Dari Perpustakaan Nasional, langkah berikutnya membawa rombongan menuju Perpustakaan Universitas Indonesia. Di sana, Kepala Perpustakaan UI, Luluk Tri Wulandari, beserta tim berbagi pengalaman mengenai proses renovasi gedung perpustakaan dan pengembangan layanan yang semakin berorientasi pada kebutuhan pengguna. Bagi tim Perpustakaan Unhas, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat bagaimana ruang fisik perpustakaan terus berevolusi menjadi ruang kolaborasi, kreativitas, dan inovasi akademik yang nyaman bagi mahasiswa maupun peneliti.
Perjalanan berlanjut ke Perpustakaan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang diterima oleh Kepala Bidang Layanan Teknis, Sheila Cahyani Hadyana. Fokus pembelajaran diarahkan pada sistem tata kelola data perpustakaan yang terintegrasi dan mampu mendukung proses akreditasi secara efektif. Sebagai penutup, tim mengunjungi Gedung Perpustakaan Yusuf Kalla di Universitas Islam Internasional Indonesia. Desain arsitektur yang modern, pemanfaatan ruang yang humanis, serta konsep layanan yang memadukan teknologi dengan kenyamanan memberikan inspirasi baru mengenai wajah perpustakaan perguruan tinggi di masa depan.
Bagi Perpustakaan Universitas Hasanuddin, rangkaian kunjungan ini bukan sekadar agenda benchmarking, melainkan sebuah perjalanan untuk menghimpun inspirasi, memperluas jejaring, dan meneguhkan komitmen terhadap peningkatan mutu layanan. Setiap diskusi, setiap ruang yang dikunjungi, dan setiap pengalaman yang dibagikan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan perpustakaan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, Perpustakaan Universitas Hasanuddin terus melangkah menjadi pusat informasi, riset, dan inovasi yang tidak hanya membanggakan universitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.