Makassar, 20 Mei 2026. Penyelenggaraan Pekan Literasi Hari Buku Nasional 2026 di Universitas Hasanuddin memiliki nilai strategis yang sangat besar, baik bagi perkembangan akademik sivitas akademika maupun bagi penguatan kelembagaan perpustakaan dan universitas secara menyeluruh. Kegiatan ini mengusung tema: “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital: Literasi Tanpa Batas Menghubungkan Tradisi dan Teknologi”.
Berdasarkan tiga rangkaian program utama yang telah dirancang, berikut adalah rincian manfaat konkret dari kegiatan tersebut:
Talkshow Literasi: Akselerasi Produktivitas Karya Ilmiah dan Buku
Talkshow ini menghadirkan 4 orang dosen ahli sebagai narasumber memberikan dampak instruksional dan motivasional yang kuat. Nara sumber tersebut antara lain:

1. Prof. Drs. Burhanuddin Arafah, M.Hum.,Ph.D.
2. Prof.Dr. Ir. Andi Adri Arief, M.Si.
3. Dr. Eddyman W. Ferial
4. Dr. Fajlurrahman Jurdi, SH.,MH.

Penandatanganan Kerjasama (PKS): Penguatan Jejaring dan Kelembagaan
Sesi penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi bagi keberlanjutan (sustainability) ekosistem literasi di kampus antara Perpustakaan Universitas Hasanuddin dengan mitra strategis yakni dari kalangan penerbit dan insan perbukuan (toko buku).

Pameran Buku (book fair)
Event ini berlangsung dari tanggal 18 s.d. 20 Mei 2026) poinnya untuk stimulasi budaya membaca dan kedekatan literasi. Sebagai kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pameran buku berfungsi sebagai hub fisik yang mempertemukan pemikir dan sumber pengetahuan.
Peserta Pembukaan dan Talkshow Literasi
a. Walikota Makassar (Munafri Arifuddin)
b. Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan
c. Sekretaris Universitas
d. Bunda Literasi Kota Makassar (Hj. Melinda Aksa)
e. Dekan Fakultas
f. Wakil Dekan
g. Kepala-Kepala Perpustakaan
h. Ketua Internasional Office
i. Dircctor of Unhas International Corner
j. Dosen / Guru Besar
k. Penerbit dan insan Perbukuan
l. Pustakawan Unhas
m. Jurnalis Media Cetak & Televisi
n. Duta Literasi Kampus
o. Pelajar dan Mahasiswa

Tujuan Kegiatan
• Talkshow literasi bertujuan untuk: (1) Perluasan akses dan Koleksi: Kerja sama dengan mitra (seperti penerbit, instansi pemerintah, atau perpustakaan lain) membuka peluang pengadaan koleksi digital maupun cetak yang lebih variatif dan mutakhir guna memenuhi standar akreditasi. (2) Kolaborasi Program Berkelanjutan: Menjadi pintu masuk bagi program-program bersama di masa depan, seperti pelatihan penulisan lanjutan, program magang mahasiswa, hingga integrasi sistem teknologi informasi antar-lembaga.
• Penandatanganan Kerjasama bertujuan untuk: (1) Perluasan Akses dan Koleksi: Kerja sama dengan mitra (seperti penerbit, instansi pemerintah, atau perpustakaan lain) membuka peluang pengadaan koleksi digital maupun cetak yang lebih variatif dan mutakhir guna memenuhi standar akreditasi. (2) Kolaborasi Program Berkelanjutan: Menjadi pintu masuk bagi program-program bersama di masa depan, seperti pelatihan penulisan lanjutan, program magang mahasiswa, hingga integrasi sistem teknologi informasiantar-lembaga.
• Sementara Pameran Buku (book fair) dimaksudkan untuk: (1) Meningkatkan Reading Interest (Minat Baca): Memberikan aksesibilitas fisik yang mudah bagi mahasiswa dan dosen untuk mengeksplorasi literatur baru, referensi mata kuliah, hingga buku-buku umum di luar bidang studi mereka. (2) Geliat Ekonomi Kreatif dan Akademik: Menjadi ruang bagi penerbit lokal maupun nasional untuk memperkenalkan karya-karya terbaru, sekaligus memberikan kesempatan bagi civitas akademika untuk berburu buku berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. (3) Membangun Atmosphere Akademik yang Hidup: Menghidupkan ruang publik kampus dengan aktivitas yang sarat edukasi, memperkuat citra Universitas Hasanuddin sebagai menara air bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Jalannya Kegiatan
Ketua Panitia Pekan Literasi Hari Buku Nasional, Andi Nasri Abduh, menyampaikan bahwa Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung Selasa, 19 Mei 2026 di lantai 2 gedung Perpustakaan Unhas yang diliput langsung oleh Unhas_TV dan sejumlah jurnalis media cetak dan elektronik.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penampilan tarian tradisional China dari Jepang yang dibawakan Tim pegiat seni himpunan mahasiswa Sastra Jepang Unhas. Penampilan itu mendapat perhatian peserta dan menambah semarak suasana kegiatan.
Selain itu, beberapa mahasiswa juga menyampaikan kesan dan pesan mereka terhadap pelaksanaan kegiatan. Mereka menilai diskusi tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi di era digital saat ini.