Tawa kecil terdengar di salah satu ruangan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin pada Kamis, 12 Februari 2026. Di tengah perjuangan melawan sakit, anak-anak pejuang kanker mendapatkan ruang istimewa untuk sejenak melupakan rasa lelah mereka melalui kegiatan bertajuk “Belajar dan Bermain Bersama Anak Pejuang Kanker.”
Kegiatan penuh makna ini diinisiasi oleh Duta Literasi Universitas Hasanuddin kategori Tenaga Kependidikan, Hj. Fauziah, bersama Duta Literasi kategori Mahasiswa, Nurenci Ananda Pasaribu dan Andi Riska Respati. Dengan semangat kepedulian, mereka menghadirkan literasi bukan sekadar sebagai aktivitas membaca, tetapi sebagai jembatan harapan dan kebahagiaan.
Sejak awal kegiatan dimulai, suasana ruangan berubah menjadi lebih hangat. Buku-buku cerita bergambar, krayon warna-warni, serta permainan sederhana menjadi alat untuk membangun keceriaan. Anak-anak dengan penuh antusias mengikuti sesi membaca cerita, mewarnai, dan bermain bersama para relawan.
Ketua panitia, Hj. Fauziah, S.E., S.Sos., bersama Halida Handayani H., S.Kep., Ns., M.Kep., S.E., memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan penuh perhatian dan empati. Mereka percaya bahwa sentuhan kecil berupa perhatian dan kebersamaan dapat memberikan dampak besar bagi semangat anak-anak.
Dukungan dari Manager SDM Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Dr. Nur Arifah, S.KM., M.A., memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik di lingkungan rumah sakit. Sementara itu, Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., memberikan apresiasi atas inisiatif literasi yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menguatkan sisi kemanusiaan.
Salah satu momen yang paling mengharukan adalah ketika koleksi buku hibah dari sponsor Gramedia diserahkan secara simbolis. Buku-buku tersebut bukan hanya tumpukan halaman, melainkan jendela imajinasi yang memberi anak-anak kesempatan untuk menjelajah dunia tanpa batas, meski dari ruang perawatan.
Dukungan juga datang dari McDonald’s, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak-anak pejuang kanker merupakan gerakan bersama yang lahir dari empati dan tanggung jawab sosial.
Para dokter dan perawat di RS Pendidikan Unhas pun turut memberikan dukungan penuh. Di sela tugas medis yang padat, mereka menyaksikan bagaimana literasi dan permainan sederhana mampu menghadirkan energi positif bagi pasien-pasien kecil mereka.
Bagi para Duta Literasi, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas. Mereka belajar bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, melainkan tentang menghadirkan makna, perhatian, dan kehangatan di tengah situasi yang sulit.
Senyum anak-anak hari itu menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada. Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin kembali menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar program, melainkan panggilan nurani untuk hadir dan berbagi.
“Belajar dan Bermain Bersama Anak Pejuang Kanker” bukan hanya sebuah kegiatan sehari, tetapi sebuah pesan bahwa di tengah perjuangan, selalu ada ruang untuk cahaya, cerita, dan kebahagiaan kecil yang menguatkan langkah mereka untuk terus berjuang.
——