Makassar, 26 Juli 2025 — Suasana hangat penuh semangat multikultural mewarnai kunjungan puluhan mahasiswa internasional ke Perpustakaan Universitas Hasanuddin pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan International Cultural Program (ICP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas.
Para mahasiswa internasional yang jumlahnya kurang lebih 40 orang yang berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Philipina, Mesir, China, Thailand dan beberapa negara Asia Timur laiinya disambut langsung oleh Pustakawan Universitas Hasanuddin Andi Nasri Abduh, S.S., M.Hum., beserta Direktor Japan Corner, Meta Sekar Puji, Ph.D.
Dalam sambutannya, Nasri librarian mengungkapkan rasa bahagia dan bangga karena mereka sudah menyempatkan mengunjungi perpustakaan Universitas Hasanuddin dan senantiasa menjadikan jendela dunia ini sebagai destinasi wisata intelektual. menyambut kedatangan paikan apresiasinya bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang baca, melainkan simpul penting pertukaran ilmu dan budaya global.”Kami berharap Perpustakaan Unhas dapat menjadi jembatan literasi dan dialog antarbudaya yang mempererat semangat kebersamaan dan kolaborasi internasional,” ujar Nasri.
Kegiatan diawali dengan tur fasilitas perpustakaan, dilanjutkan dengan kunjungan khusus ke Japan Corner dan Chinese Cultural Activity Center — dua ruang tematik yang menjadi pusat literasi dan kebudayaan Asia Timur di Unhas. Di Japan Corner, Dr. Meta menyambut para peserta dan memperkenalkan koleksi buku, komik Jepang (manga), dan artefak kebudayaan lainnya. Seluruh peserta antusias mengikuti tour di corner ini hingga menyempatkan foto bersama di pojok literasi kebudayaan jepang ini.
Sementara itu tiga mahasiswa senior Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT) yang menjadi volunteer di Chinese Cultural Activity Center, menyambut mahasiswa asing dengan memperkenalkan beberapa koleksi buku dan artefak budaya Tionghoa. Mereka pun mendemonstrasikan kaligrafi Mandarin, dan beberapa peserta tour ikut ambil bagian dalam latihan penulisan huruf-huruf Tionghoa tersebut. Di samping menjelaskan beberapa artefak yang biasa digunakan dalam permainan pertunjukan kebudayaan volunteer itu juga menjelaskan bahwa di BMKT Fakultas Ilmu Budaya “kami punya beberapa dosen native speaker yang mengajarkan bahasa Mandarin yang setiap tahunnya berganti schedule pengajaran”.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama di loby ruang tengah Perpustakaan Unhas. Karena keterbatasan waktu, beberapa corner yang tidak sempat mereka kunjungi antara lain, Korea-Indonesia Cultural Corner, France Corner, Germany Corner dan beberapa fasilitas layanan laiinya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat internasionalisasi Unhas serta memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang kolaboratif. Perpustakaan Universitas Hasanuddin terus berupaya membuka akses budaya dan ilmu pengetahuan bagi seluruh sivitas akademika dan komunitas dunia. “Mari membangun negeRI dengan giat membaca, meneliti dan menuliskan gagasan untuk Indonesia”.
@PR_Unhas Library