Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar acara “Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tentang Penyelenggaraan Perpustakaan” bersama Haidar Madjid pada Senin, 27 Desember 2021
Sejumlah pustakawan Universitas Hasanuddin hadir sebagai partisipan, pada acara yang digelar di Hotel Grown Town Jl. Pengayoman Kecamatan Panakkukang. Tiga orang tokoh mengambil peran sebagai Tim Perumus, diantaranya (1) Prof. Dr. Noer Jihad Saleh, MA. – Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya, kepala Perpustakaan Unhas periode 2006-2011. (2) Dr. Iskandar, S.Sos., MM. – Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Sulawesi Selatan, yang juga koordinator unit Pengolahan Bahan Pustaka UPT Perpustakaan Unhas. (3) Ishaq Rahman, S.Sos.,M.Si. Ph.D. Cand. – Staf Pengajar Departemen Hubungan Internasional yang juga Kesub unit Humas dan pengelola content dan pemberitaan website Universitas Hasanuddin.
Acara yang digelar di 24 kabupaten kota ini dikawal oleh hampir seluruh anggota DPRD Sulawesi Selatan.Disadari bahwa paradigma penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia telah mengalami perubahan dengan transormasi berbasis inklusi sosial. Dengan memperkuat fungsi dan peran bukan hanya sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku semata, tapi juga sebagai pusat informasi dan pusat pemberdayaan masyarakat.Keberadaan perpustakaan ternyata belum memperoleh tempat dan arti dalam hidup keseharian masyarakat. Dibanding negara maju lainnya di dunia, minat baca masyarakat Indonesia terbilang masih rendah.
Di awal sambutannya Haedar Madjid (HM) mengulas tentang peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam proses pendidikan nasional. Di samping itu perannya sangat penting melayani kebutuhan manusia sebagai wahana “pembelajaran sepanjang hayat’.Ia membayangkan suasana perpustakaan yang selama ini dilihatnya “kaku” menjadi seperti ruang hotel yang diisi dengan musik yang membuat pengunjungnya rileks dan menikmati bacaan. Data menunjukkan dari Hasil Survey NOP-Word Culture Index Score, nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia (2020) peringkat 17 dari 30 negara yang disurvey atau berada pada kategori sedang (55,74%). Hal ini masih mengalami peningkatan dari dua tahun sebelumnya (2018) 52,92, dan tahun (2019) 53,84.
Bagaiamana dengan Provinsi Sulawesi Selatan?
Nilai tingkat kegemaran membaca di Provinsi ini (2020) menurut hasil survey Perpustakaan Nasional RI urutan ke-8 dari 34 Provinsi di Indonesia. Masuk dalam kategori sedang. sedang di tahun 2021 Sulsel menargetkan naik peringkat mencapai angka 65.Menurut HM, agar transformasi perpustakaan dapat terwujud secara maksimal berdasarkan fungsi dan peran yang sangat strategis tersebut, maka perlu diatur melalui PERDA.
Redaksi : Andi Milu MargunaKoordinator Unit Humas dan Publik
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.