YOGYAKARTA – Prestasi sebuah perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kelengkapan koleksi atau banyaknya pengunjung, tetapi juga dari kemampuannya beradaptasi, menghadirkan inovasi layanan, serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan catatan membanggakan melalui sejumlah penghargaan di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus memperlihatkan komitmen Unhas dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan penguatan budaya literasi.
Kepala UPT Perpustakaan Unhas, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar Universitas Hasanuddin. Terlebih, dalam ajang penghargaan terbaru, Perpustakaan Unhas berhasil mengungguli sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama, inovasi, dan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
“Perpustakaan Universitas Hasanuddin telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di tingkat nasional, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu perpustakaan akademik terbaik dalam hal inovasi, layanan, dan keberlanjutan,” ujar Prof. Munira Hasjim dalam pesan WhatsApp kepada wartawan media ini, Rabu malam.
Penghargaan terbaru tersebut diraih dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XI dan Seminar Ilmiah Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada serta Gadjah Mada University Club (UC) Hotel, Yogyakarta. Mengusung tema “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services”, kegiatan ini diselenggarakan oleh FKP2TN bekerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip UGM. Forum tersebut menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan bagi pengelola perpustakaan perguruan tinggi negeri untuk merespons perkembangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan layanan informasi yang semakin dinamis.
Dalam ajang tersebut, Perpustakaan Unhas memperoleh penghargaan tertinggi pada kategori transformasi perpustakaan akademik terbaik melalui FKP2TN Award 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya transformasi yang dilakukan, mulai dari pengembangan inovasi layanan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan peran perpustakaan dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian. Bagi Perpustakaan Unhas, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan juga dorongan untuk terus memperluas kontribusi sebagai pusat pengetahuan yang responsif terhadap perubahan zaman.
Selain penghargaan FKP2TN Award 2026, Perpustakaan Unhas juga mencatat prestasi melalui penghargaan The Best Library for Comprehensive ESG Implementation Practices (2026) dalam ajang Indonesia Environmental, Social, and Governance (ESG) Awards 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perpustakaan mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola berkelanjutan ke dalam strategi operasionalnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perpustakaan modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan akademik, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, serta tata kelola kelembagaan yang baik.
Prestasi lainnya adalah keberhasilan Perpustakaan Unhas mempertahankan predikat Akreditasi A (Unggul) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk periode 2025–2029. Keberlanjutan predikat tersebut menjadi bukti bahwa standar mutu kelembagaan, pengelolaan koleksi, layanan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana perpustakaan terus mendapat perhatian. Dengan demikian, berbagai penghargaan yang diperoleh tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi sebagai gambaran perjalanan Perpustakaan Unhas dalam membangun layanan informasi akademik yang berkualitas.
Bagi Prof. Munira, rangkaian pencapaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan profesionalisme seluruh sumber daya manusia perpustakaan. Tantangan perpustakaan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku pemustaka, kebutuhan akses informasi yang inklusif, serta tuntutan keberlanjutan. Karena itu, perpustakaan dituntut tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga ruang belajar yang terbuka, pusat diseminasi pengetahuan, dan mitra strategis dalam menghasilkan karya ilmiah.
Rangkaian penghargaan nasional ini pada akhirnya menjadi penanda perjalanan sekaligus tanggung jawab baru bagi Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Prestasi yang diraih di Yogyakarta membawa nama Unhas dalam percakapan nasional mengenai masa depan perpustakaan akademik. Lebih dari sekadar kebanggaan institusi, capaian tersebut diharapkan menjadi energi untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan semakin dekat dengan sivitas akademika dan masyarakat luas sebagai ruang tumbuhnya pengetahuan, kreativitas, dan peradaban.