YOGYAKARTA — Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI dan Seminar Ilmiah Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) yang diselenggarakan pada 28–30 Oktober 2026 di Yogyakarta. Mengusung tema “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi insan kepustakawanan Indonesia untuk merumuskan arah pengembangan perpustakaan akademik yang semakin adaptif, inovatif, dan inklusif. Delegasi Perpustakaan Unhas terdiri atas Kepala Perpustakaan, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., didampingi Kepala Tata Usaha (KTU), Hj. Hasrawati, serta Darmawati Nembo dan Tri Murtiati.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh FKP2TN bekerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berlangsung di Perpustakaan dan Arsip UGM serta Gadjah Mada University Club (UC) Hotel, Yogyakarta. Pertemuan tersebut diikuti oleh berbagai unsur perguruan tinggi dan komunitas kepustakawanan, termasuk kepala perpustakaan, pustakawan, dosen, serta pegiat literasi. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menghadapi perubahan kebutuhan informasi, perkembangan teknologi, dan tuntutan peningkatan mutu layanan perpustakaan di lingkungan pendidikan tinggi.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah Munas XI FKP2TN, yang membahas keberlanjutan organisasi dan arah program kerja untuk periode berikutnya. Agenda musyawarah mencakup penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus FKP2TN periode 2023–2026, pemilihan dan pelantikan Ketua Umum FKP2TN periode 2026–2029, serta pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) beserta program kerja organisasi. Rangkaian tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menyusun langkah strategis bagi penguatan jejaring perpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Selain musyawarah nasional, seminar ilmiah dan sesi berbagi pengalaman (sharing session) menjadi bagian penting dari kegiatan. Seminar menghadirkan Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, dari UGM sebagai pembicara utama (keynote speaker). Sejumlah narasumber yang dijadwalkan berbagi perspektif meliputi Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T.; Dr. Labibah Zain, M.LIS.; Ida Fajar Priyanto, M.A., Drs., Ph.D.; serta Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., dengan Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D., sebagai moderator. Berbagai perspektif tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran, penelitian, inovasi, serta pelayanan yang memperhatikan keberagaman kebutuhan pemustaka.
Sesi sharing session turut menghadirkan praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi negeri, di antaranya Universitas Khairun, Universitas Udayana, dan Universitas Borneo Tarakan. Berbagi pengalaman semacam ini memberikan kesempatan bagi pengelola perpustakaan untuk mempelajari pendekatan, inovasi layanan, dan strategi pengembangan kelembagaan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik institusi masing-masing. Bagi Perpustakaan Unhas, forum tersebut relevan sebagai ruang memperluas wawasan, membangun komunikasi profesional, serta mengidentifikasi gagasan yang berpotensi diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada sivitas akademika.
Keikutsertaan Kepala Perpustakaan Unhas bersama Hj. Hasrawati dan Darmawati Nembo juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kelembagaan melalui forum nasional. Selain memperoleh wawasan mengenai perkembangan dunia kepustakawanan, partisipasi ini membuka kesempatan untuk memperluas jejaring antarlembaga dan memperkaya perspektif dalam pengelolaan perpustakaan. Tema kegiatan yang menekankan pembelajaran, penelitian, dan layanan inklusif sejalan dengan tantangan perpustakaan perguruan tinggi masa kini, yakni menghadirkan layanan yang tidak hanya berbasis koleksi dan teknologi, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan pengguna serta kemudahan akses terhadap pengetahuan.
Melalui Munas XI dan Seminar Ilmiah FKP2TN di UGM, Perpustakaan Unhas diharapkan dapat terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan perpustakaan membutuhkan kerja sama, pembelajaran berkelanjutan, dan kesediaan untuk berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dengan memperkuat jejaring profesional dan menyerap praktik baik dari berbagai institusi, Perpustakaan Unhas diharapkan semakin mampu mengembangkan layanan yang berkualitas, mendukung produktivitas akademik, serta menghadirkan lingkungan informasi yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika.