Solo, Jawa Tengah – Semangat membangun budaya literasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan membawa nama Universitas Hasanuddin ke panggung Konferensi Literasi Hijau Indonesia (Appel Hijau) yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada 8–9 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., hadir mewakili Universitas Hasanuddin sekaligus menerima tujuh penghargaan Appel Hijau Indonesia Award yang diberikan langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara.

Kehadiran Prof. Munira Hasjim dalam konferensi tersebut menjadi momentum penting bagi Universitas Hasanuddin untuk menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan mengakses informasi, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di lingkungan kampus. Konsep green literacy menempatkan perpustakaan dan perguruan tinggi sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengetahuan, perilaku, dan praktik kehidupan yang berkelanjutan.
Dari tujuh penghargaan yang diterima, beberapa di antaranya adalah Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) yang diberikan kepada Perpustakaan Universitas Hasanuddin, serta Award Kepala Perpustakaan Hijau yang diberikan kepada Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim. Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran perpustakaan dan kepemimpinan dalam mendorong pengembangan ekosistem literasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan lainnya adalah Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) untuk Universitas Hasanuddin dan Anugerah Rektor Kampus Hijau (Rector Green Campus Award) yang diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Rektor Universitas Hasanuddin. Penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa semangat kampus hijau tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, tetapi merupakan komitmen institusional yang melibatkan berbagai unsur dalam lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, penghargaan Green Literacy Award diberikan buat Prof. Dr. Farida Patittingi, M.A. Penghargaan ini semakin memperkuat pesan bahwa literasi hijau merupakan gerakan bersama yang dapat dikembangkan melalui berbagai bidang keilmuan dan aktivitas akademik. Pengetahuan tentang lingkungan, ketika dipadukan dengan budaya literasi, dapat menjadi kekuatan penting dalam membentuk sivitas akademika yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan.
Secara keseluruhan, tujuh penghargaan yang diterima dalam ajang Appel Hijau Indonesia Award menjadi torehan penting bagi Universitas Hasanuddin. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengembangan perpustakaan modern perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Konferensi Literasi Hijau Indonesia ini diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi, perpustakaan, pendidikan, dan isu lingkungan. Kehadiran berbagai institusi dalam forum tersebut membuka ruang bagi pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam mengembangkan gerakan literasi hijau di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.

Bagi Perpustakaan Universitas Hasanuddin, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas makna perpustakaan sebagai ruang pembelajaran dan perubahan sosial. Perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi dan layanan informasi, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuhnya kesadaran baru mengenai lingkungan, keberlanjutan, serta tanggung jawab sosial melalui berbagai program literasi yang inovatif dan edukatif.
Keikutsertaan Prof. Munira Hasjim dalam Konferensi Literasi Hijau Indonesia sekaligus penerimaan tujuh penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah Universitas Hasanuddin dalam membangun ekosistem green campus dan green library. Penghargaan ini menjadi energi baru bagi Perpustakaan Unhas untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program literasi yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Dari Solo, semangat itu dibawa pulang ke Universitas Hasanuddin Makassar sebagai sebuah pesan penting: bahwa perpustakaan dapat menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. Literasi hijau bukan sekadar tentang membaca lingkungan, tetapi tentang mengubah pengetahuan menjadi kesadaran dan kesadaran menjadi tindakan. Bagi Universitas Hasanuddin, tujuh penghargaan Appel Hijau Indonesia Award menjadi apresiasi sekaligus tantangan untuk terus membuktikan bahwa kampus, perpustakaan, dan literasi dapat berjalan bersama dalam menjaga pengetahuan, manusia, dan lingkungan.
Ewako!

@PR_UnhasLibrary