Senja mulai turun di halaman Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sulawesi Selatan pada Selasa (14/7/2026). Di tengah hangatnya suasana kebersamaan masyarakat yang memenuhi area studio luar, rombongan Perpustakaan Universitas Hasanuddin membaur bersama para kru televisi dan warga yang hadir sebagai audiens. Sore itu bukan sekadar menjadi kesempatan menyaksikan siaran televisi secara langsung, tetapi juga menjadi ruang dialog tentang bagaimana seni, budaya, dan perpustakaan dapat berjalan beriringan dalam merawat identitas Sulawesi Selatan.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim, M.Hum., didampingi Sekretaris Perpustakaan, Anshar Saud, S.Si., M.Farm. Turut hadir sejumlah pustakawan dan pegiat literasi, yakni Dr. Iskandar, M.M., Andi Milu Marguna, Darmiati Harun, Darmawati Nembo, Hj. Fauziah, Kartika, Achmad Adil, Hj. Asmawati Mile, Nuraeda, Andi Awang, serta pegiat literasi dan aktivis Pendidikan, Sutrisno dan Nasri A. Muhammad Abduh. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perpustakaan tidak hanya hidup di ruang baca, tetapi juga aktif hadir di ruang-ruang publik untuk menghidupkan literasi dan kebudayaan.

Kehadiran tim Perpustakaan Unhas merupakan bagian dari program “Deng Mampo”, akronim dari Dendang Mari-Mari Poso, sebuah program budaya TVRI Sulawesi Selatan yang bertujuan melestarikan khazanah seni, tradisi, dan kebudayaan lokal. Melalui sajian music dan lagu, serta dialog budaya. Program ini berupaya menghadirkan kembali kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Menariknya, edisi kali ini tidak hanya mengangkat tema revitalisasi kesenian daerah, tetapi juga menghubungkannya dengan isu hangat yang sedang menjadi perhatian dunia, yakni World Cup 2026, sehingga diskusi terasa lebih segar dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Acara dipandu dengan penuh semangat oleh Dr. Eddiman W. Ferrial, bersama Daeng Puji. Dengan gaya yang komunikatif dan penuh humor, keduanya berhasil menghubungkan berbagai topik, mulai dari seni pertunjukan tradisional hingga semangat sportivitas dalam sepak bola. Analogi yang dibangun antara kerja sama dalam sebuah tim sepak bola dengan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga budaya daerah menghadirkan suasana dialog yang hidup dan mengundang antusiasme para audiens.

Di sela-sela dialog, Dr. Eddiman, yang juga dosen Fakultas MIPA Unhas ini memberikan perhatian khusus kepada Perpustakaan Universitas Hasanuddin dengan mengangkat pertanyaan mengenai kontribusi perpustakaan dalam merawat teks, manuskrip, dan naskah warisan budaya lokal. Pertanyaan tersebut membuka ruang diskusi mengenai peran perpustakaan sebagai institusi yang tidak hanya mengelola koleksi buku, tetapi juga menjaga memori kolektif bangsa melalui pelestarian manuskrip, digitalisasi dokumen budaya, pengembangan repositori ilmiah, serta penyediaan akses informasi bagi masyarakat dan kalangan akademisi.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Hj. Munira Hasjim menyampaikan apresiasinya kepada TVRI Sulawesi Selatan yang telah menghadirkan ruang publik bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membicarakan pelestarian budaya. “Tim kami sangat bersyukur dapat hadir di tempat ini, di halaman Kantor TVRI Makassar, berbaur dengan masyarakat dan kru televisi sambil membahas pelestarian seni budaya lokal melalui pendekatan perpustakaan. Kami meyakini bahwa perpustakaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga naskah, pengetahuan, dan warisan budaya agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.
Bagi Perpustakaan Universitas Hasanuddin, keikutsertaan dalam program “Deng Mampo” merupakan wujud komitmen untuk terus memperluas peran perpustakaan sebagai pusat literasi budaya. Di era digital, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui penyimpanan koleksi semata, tetapi juga melalui kolaborasi dengan media, komunitas, dan masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap relevan di tengah perubahan zaman. Melalui kehadiran di ruang publik seperti TVRI Sulawesi Selatan, Perpustakaan Universitas Hasanuddin kembali mengusung mottonya sebagai rumah para pancari ilmu yang akan merawat pengetahuan dan merawat identitas, dan menjaga jati diri bangsa. Salam literasi..!!
——
@PR_Unhas Library