Suasana Minggu pagi (12 Juli 2026) di kawasan Boulevard Panakkukang, Makassar, selalu dipenuhi semangat hidup sehat. Ribuan warga memadati ruas jalan yang bebas dari kendaraan bermotor untuk berjalan santai, berlari, bersepeda, hingga menikmati beragam aktivitas komunitas. Di tengah riuhnya kegiatan tersebut, kendaraan biru-putih milik Perpustakaan Universitas Hasanuddin menarik perhatian para pengunjung. Bukan sekadar kendaraan operasional, mobil perpustakaan itu hadir membawa misi yang lebih besar: menghadirkan pengetahuan di tengah ruang publik dan mendekatkan budaya baca kepada masyarakat.
Menyambut mottonya Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu, sejak pagi, sejumlah pustakawan Universitas Hasanuddin telah menyambut masyarakat dengan menata beragam koleksi cetak yang disajikan secara terbuka. Mulai dari buku-buku anak, literatur populer, kesehatan, sosial, budaya, hingga koleksi pengetahuan umum tersusun rapi dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Kehadiran para pustakawan di antaranya: Nuraeda, Muhammad Takdim, Trimurtiati dan Nasri A. Muhammad Abduh tidak hanya memberikan layanan informasi dan pendampingan kepada pengunjung, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali merasakan pengalaman membaca buku secara langsung di ruang terbuka. Anak-anak tampak antusias membuka halaman demi halaman buku cerita, sementara para orang tua dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat layanan yang dimiliki Perpustakaan Universitas Hasanuddin.
Partisipasi mobil perpustakaan pada kegiatan Car Free Day Boulevard memberikan warna baru bagi agenda rutin Kota Makassar. Jika selama ini Car Free Day identik dengan olahraga, rekreasi, dan promosi gaya hidup sehat, maka kehadiran Perpustakaan Universitas Hasanuddin melengkapinya dengan semangat literasi. Di ruang publik yang terbuka dan inklusif, membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus memperkaya pengalaman masyarakat. Banyak pengunjung CFD berkunjung memadati stan. Di antara mereka ada yg berprofesi sebagai dosen, staf, pegawai negeri sipil, anak-anak dsb. Inisiatif ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi dibatasi oleh dinding bangunan, melainkan dapat hadir di tengah kehidupan masyarakat sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat dan rumah para pencari ilmu.
Beberapa pengunjung yg menyempatkan di antaranya, Ibu Dr. Karlina Amir Tahun, S.Si.,M.Si. Dosen Farmasi Universitas Islam Negeri Alauddin, membawa anak-anak dan suaminya. Disamping itu hadir juga Prof. Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia beserta istri. Kehadiran beliau disambut hangat oleh para penjaga stan mobil keliling perpustakaan Universitas Hasanuddin yang memperkenalkan berbagai koleksi serta layanan perpustakaan kepada pengunjungnya. Kedatangannya bersama ibu tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Perpustakaan Universitas Hasanuddin dalam membangun budaya literasi melalui pendekatan yang lebih dekat, terbuka, dan membumi. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan literasi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan berbagai elemen bangsa.
Bagi para pustakawan Universitas Hasanuddin, kegiatan ini bukan sekadar pelayanan di luar gedung perpustakaan. Lebih dari itu, Car Free Day menjadi ruang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat pengguna di luar kampus, mendengarkan kebutuhan informasi mereka, sekaligus memperkenalkan wajah baru perpustakaan sebagai institusi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Setiap percakapan, setiap buku yang dibaca, dan setiap senyum pengunjung menjadi pengingat bahwa literasi akan tumbuh subur ketika perpustakaan berani hadir mendekati masyarakat.
Melalui partisipasi dalam Car Free Day Boulevard, Perpustakaan Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengetahuan yang tidak hanya melayani sivitas akademika, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat luas. Mobil perpustakaan bukan sekadar kendaraan yang membawa koleksi buku, melainkan simbol semangat pengabdian, pemerataan akses informasi, dan gerakan literasi yang terus bergerak. Di tengah hiruk-pikuk kota pada Minggu pagi, kehadirannya menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat yang sehat tidak cukup hanya dengan olahraga, tetapi juga dengan memperkuat budaya membaca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
——
@humas_unhas library