Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pertemuan strategis untuk membahas SIMPUH (Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Universitas Hasanuddin) pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Lounge Perpustakaan Pusat Unhas sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi. Aplikasi ini menyangkut layanan Sirkulasi koleksi cetak, koleksi digital repository, layanan bebas pustaka online dan lainnya.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin yang baru, Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum., didampingi oleh Sekretaris Perpustakaan, Apt. Anshar Saud, S.Si.,M.Farm., Kepala Tata Usaha, serta seluruh tim dari bidang Repository, Pengembangan Pustaka, dan Digitalisasi Koleksi.
Dalam rapat tersebut Prof. Munira Hasjim mengungkapkan pentingnya SIMPUH sebagai tulang punggung pengelolaan sistem informasi perpustakaan modern di Universitas Hasanuddin. Menurutnya, sistem informasi yang terintegrasi tidak hanya mendukung efisiensi atau memudahkan pekerjaan internal, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan informasi bagi sivitas akademika. Jika aplikasi ini rampung maka kita akan undang seluruh pustakawan dan pengelola perpustakaan sampai di tingkat Fakultas untuk mendalaminya. Karena nama SIMPUH telah digunakan di beberapa Aplikasi, maka Tim Teknis pun mengubah namanya dengan menambahkan kata elektronik di tengah menjadi SIEMPUH, agar dapat membedakannya dengan aplikasi yg sudah ada.
Dipandu oleh Alden, staf DSTI yang mengurus aplikasi perpustakaan Unhas berbasis digital, diskusi ini difokuskan pada evaluasi implementasi SIEMPUH yang telah berjalan, identifikasi kendala teknis dan nonteknis, serta perumusan langkah pengembangan sistem ke depan. Setiap bidang memaparkan peran dan kontribusinya dalam mendukung optimalisasi SIEMPUH sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
Tim Repository dan Digitalisasi Koleksi menyoroti pentingnya integrasi data karya ilmiah, koleksi digital, serta akses terbuka (open access) dalam satu sistem yang mudah diakses dan dikelola. Sementara itu, bidang Pengembangan Pustaka menekankan perlunya sinkronisasi data koleksi cetak dan digital agar layanan penelusuran informasi semakin akurat dan komprehensif.
Sekretaris Perpustakaan dan Kepala Tata Usaha juga menekankan bahwa penguatan SIEMPUH perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pembaruan standar operasional prosedur (SOP), sehingga sistem dapat berjalan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui pertemuan ini, Perpustakaan Universitas Hasanuddin terus melakukan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan berbasis digital. SIEMPUH diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendukung visi Unhas sebagai universitas berkelas dunia, khususnya dalam bidang layanan informasi, riset, dan literasi akademik.