Makassar, 1 September 2025 — Perpustakaan Universitas Hasanuddin kembali menjadi tuan rumah kunjungan internasional dalam rangkaian Hasanuddin University – Kanazawa University (UNHAS–KU) Summer Program 2025. Pada Senin (1/9), sebanyak 20 peserta program dari tujuh negara yakni Jepang, Nigeria, Afganistan, Sudan, Yaman, dan Indonesia mengunjungi fasilitas utama Perpustakaan Unhas untuk memperdalam pemahaman mengenai layanan literasi, budaya akademik, serta pusat-pusat kegiatan internasional yang tersedia.
Kunjungan ini merupakan bagian integral dari agenda Summer Program yang bertujuan mengenal lebih dekat fasilitan penunjang akademik di kampus. Hal ini memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, riset, dan pertukaran budaya. Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan komitmen Universitas Hasanuddin untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu dan budaya yang inklusif di tingkat global.
Sembari memandu kunjungan, Nasri A. Muhammad Abduh, Pustakawan Universitas Hasanuddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan para peserta. Ia menegaskan bahwa Perpustakaan Unhas ini bukan hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya, pertukaran ide, dan pusat literasi digital yang mendukung internasionalisasi kampus.
Para peserta disambut dengan hangat oleh staf Perpustakaan dan sebagian mahasiswa Unhas yang sedang berkunjung untuk belajar. Mereka diperkenalkan pada berbagai layanan, mulai dari akses sumber daya elektronik internasional, ruang diskusi, fasilitas Japan Corner, Korea dan France Corner yang menjadi pusat kegiatan lintas budaya antar negara.
Kunjungan ke Japan Corner mendapat perhatian khusus dari para mahasiswa asal Jepang, yang merasa bangga bahwa budaya dan literatur mereka mendapat tempat istimewa di Unhas. Sementara itu, peserta dari negara lain juga antusias mengeksplorasi koleksi dan informasi budaya yang tersedia, sebagai bentuk pengenalan terhadap keberagaman dan persahabatan antarbangsa.
Selain melihat fasilitas fisik, peserta program juga diperkenalkan pada layanan digital perpustakaan, termasuk repositori institusi dan sistem online catalog yang mendukung penelitian lintas disiplin. Hal ini menjadi salah satu poin penting, mengingat mayoritas peserta Summer Program memiliki latar belakang akademik yang beragam.
Dengan menjadi salah satu lokasi utama dalam campus tour, kunjungan Summer Program, perpustakaan menunjukkan perannya sebagai ruang belajar global yang terbuka bagi siapa pun.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama di lobi utama perpustakaan, yang menggambarkan semangat kebersamaan dan persahabatan antar peserta. Beberapa mahasiswa internasional menyampaikan kesan positif mereka, menyebut bahwa perpustakaan Unhas tidak hanya kaya koleksi, tetapi juga hangat dalam menyambut tamu dari berbagai latar belakang.
Dengan suksesnya kunjungan ini, Universitas Hasanuddin melalui Perpustakaan berharap dapat terus memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi dunia, termasuk dengan Kanazawa University, serta menjadikan literasi dan riset sebagai pilar utama membangun peradaban.
Kegiatan UNHAS–Kanazawa University Summer Program 2025 akan terus berlanjut dengan agenda akademik dan budaya lainnya hingga 14 September mendatang, di mana para peserta akan mengikuti kuliah umum, diskusi riset, serta kegiatan cultural immersion di berbagai lokasi di Sulawesi Selatan.