Makassar, 24 Agustus 2025 – Pustakawan Universitas Hasanuddin berpartisipasi dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Seminar Ilmiah Internasional, Ahad (24/08), di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pustakawan di era digital, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjawab tantangan global. Saat membuka acara pelaksana tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr. Mohammad Jufri, MA.,M.Psi.Psikolog. sangat mengapresiasi kegiatan ini yang ia sebut bukan kaleng-kaleng. Ia mengatakan bahwa pustakawan hendaknya mencintai pekerjaannya sebagai pegiat literasi yang melayani kebutuhan informasi pengguna perpustakaannya. Ia pun menekankan perlunya mengadaptasi filsafat Cinta dalam bekerja, karena dengan Cinta segalanya akan menjadi lebih mudah dan enjoy.

Dalam seminar internasional tersebut, tema yang diangkat yaitu “Collaboration between AI and Librarian in Enhancing Library Services and Literacy: Challenge and Opportunity.” Tema ini menjadi sorotan karena relevansinya dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat serta pengaruhnya terhadap dunia kepustakawanan dan literasi.
Pelantikan Pengurus Daerah IPI Sulawesi Selatan turut dihadiri oleh perwakilan pustakawan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga informasi di wilayah Sulsel. Kehadiran pustakawan Universitas Hasanuddin dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung penguatan kapasitas profesi serta menjalin sinergi antarperpustakaan di level regional maupun internasional.
Di sela-sela pelantikan Pengurus Daerah IPI Sulsel dan Seminar Internasional dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Kepala Dinas Peerpustakaan dan Kearsipan provinsi Sulawesi Selatan dengan beberapa pimpinan Perguruan Tinggi, diantaranya adalah Universitas Hasanuddin.
Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Dr. Fierenziana dalam keterangannya, menyampaikan bahwa keterlibatan pustakawan Unhas dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata bagi pengembangan profesi, terutama dalam menghadapi transformasi layanan berbasis digital. “Kehadiran AI tidak menggantikan peran pustakawan, justru membuka peluang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat literasi akademik maupun publik,”.
Sementara itu, dalam seminar ilmiah, para pemateri menekankan pentingnya strategi adaptif bagi pustakawan agar mampu memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung efisiensi layanan, personalisasi informasi, serta peningkatan akses literasi digital. Mereka menghadirkan 2 orang profesor dari Korea, Prof. Dong-Geong Ho, Ph.D., M.BA.,M.Lis. yang dimoderatori oleh Dr. Irvan Mulyadi, MA. Wakil Dekan dua fakultas Adab UIN Alauddin Makassar serta Dr. Dedi Kurniadi, Pustakawan Utama Perpusnas RI yang pernah menduduki jabatan sebagai Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI. Kali ini Dr. Dedi Kurniadi datang sebagai Wakil ketua IPI pusat yang akan melantikn pengurus baru tersebut. Juga turut hadir sebagai pembicara pustama DPK Provinsi Sulsel, Mohammad Hasan Sijaya, MM.

Pada sesi tanya jawab 2 pustakawan Unhas memberikan pertanyaannya dalam bahasa Inggris. Pertama ibu Hj. Fauziah, S.E.,S.Sos. dan Andi Nasri Abduh. Pustakawan Ahli Pertama, nasRI A. Muhammad Abduh menanyakan tentang tantangan pustakawan dalam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intellegence). Ia mensinyalir tantangan para pustakawan di masa depan adalah karena kemajuan Technologi AI sangat pesat yang tidak diikuti dengan Skill pustakawan yang mamadai.
Kegiatan yang berlangsung sehari ini tidak hanya menjadi ajang pelantikan kepengurusan baru, tetapi juga wadah silaturahmi berbagi pengetahuan dan gagasan lintas institusi. Harapannya, pustakawan Sulawesi Selatan, termasuk Universitas Hasanuddin, dapat semakin berdaya saing dan berperan aktif dalam mendorong inovasi di bidang kepustakawanan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, IPI Sulsel bersama pustakawan perguruan tinggi berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi strategis, memperkuat jejaring, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi kemajuan layanan perpustakaan di Indonesia.