Makassar, 7 Juli 2025 — Dalam suasana penuh kebersamaan dan apresiasi profesi, Perpustakaan Universitas Hasanuddin menggelar peringatan Hari Lahir Pustakawan Indonesia Pustakawan Indonesia Ke_52 pada Senin (07/07), dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng dan pembacaan puisi bertajuk “Pustakawan untuk Negeriku”. Kegiatan ini berlangsung di longue Perpustakaan Universitas hasanuddin lantai 2 dan diikuti oleh seluruh pustakawan, staf pegiat literasi, dan beberapa undangan.
Hari Lahir Pustakawan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 7 Juli merupakan momen penting bagi komunitas pustakawan di seluruh Indonesia. Tanggal ini menandai berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), organisasi profesi yang menjadi wadah perjuangan dan pengembangan pustakawan sebagai ujung tombak literasi dan pengelolaan informasi.
Kepala Perpustakaan Unhas, Dr. Fierenziana G. Junus, M.Hum., dalam sambutannya melalui rekaman menyampaikan bahwa pustakawan adalah agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem akademik. “Pustakawan bukan sekadar penjaga rak buku. Kita adalah penjaga pengetahuan, penghubung informasi, dan penggerak budaya literasi,” ujarnya. Ia pun tak lupa mengucapkan Selamat Hari Jadi Pustakawan Indonesia yang ke-52, tetap semangat, sahutnya.
Di samping sambutan virtual, sambutan luring juga disampaikan oleh Dr. Iskandar, MM., ketua Divisi Layanan dan Penjaminan Mutu. Ia berpesan agar rekan-rekan senantiasa memperjuangkan profesi pustakawan sesuai yang diamanahkan oleh Undang-Undang.
Selanjutnya puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap perjalanan panjang profesi pustakawan yang didahului dengan doa syukur yang dipipin oleh Ustadz Muhammad Takdim, S.Si.
Potongan tumpeng dilakukan oleh ibu Andi Milu Marguna, ketua Divisi Pengembangan SDM dan Pengelolaan Informasi yang pertama diserahkan kepada Kepala Tata Usaha, sebagai simbol kerjasama yang baik antara pustakawan dengan bagian administrasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi khusus pembacaan puisi “Pustakawan untuk Negeriku”, yang dibawakan oleh Andi nasRI Abduh, pustakawan Ahli Pertama dan juga beberapa pustakawan lainnya. Puisi tersebut menggambarkan refleksi perjuangan, kesetiaan profesi, dan kecintaan terhadap negeri melalui jalan sunyi kepustakawanan.
Beberapa perwakilan dari pustakawan fakultas dan unit lain yang hadir turut memberikan apresiasi. Mereka menilai pustakawan hari ini bukan lagi figur pasif, melainkan aktor penting dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan pelayanan akademik yang inklusif dan adaptif.
Peringatan Hari Lahir Pustakawan ini menjadi pengingat bahwa profesi pustakawan memiliki tempat mulia dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi dan makan siang bersama momentum penyemangat seluruh pustakawan untuk terus berkarya dengan integritas dan cinta terhadap profesi.